• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Saturday, 24 October 2015

Pak Jokowi, Hutan Kita Terbakar Dahsyat. Bersyukurlah!

01:55 // by catatan cah angon // , // 1 comment

Fotonya pinjam dari Batam Today
TUHAN agaknya  terus-terusan menguji Presiden Jokowi. Menjelang setahun kepemimpinannya kita dihajar dengan kurs dollar dan krisis ekonomi yang menghajar banyak negara. Di sini Jokowi lulus, mampu meredam dan bak kapal niaga melewati perairan berkarang, perekonomian Indonesia meski melambat berhasil selamat dari karam, bahkan masih tercepat dari negara-negara lain.

Sekarang kebakaran hutan yang membuat Indonesia seperti mencekik rakyatnya sendiri, plus menjadi eksportir asap terbesar di Asia Tenggara. Bencana asap sudah terjadi lebih dari 10 tahun, tapi tahun ini sangat parah. Berdasarkan alat ukur yang dimiliki pemerintah, kualitas udara di Sumatra dan Kalimantan, beberapa pekan ini sangat jauuuuh di atas ambang batas aman. Angkanya beberapa kali lipat dari yang terjadi tahun lalu.

Sisi baiknya, pemerintah jujur mengakui soal kondisi yang sangat buruk ini, yang mungkin tak akan terjadi saat rezim Soeharto dulu.

Permasalahannya, sampai kapan? Dulu sewaktu Capres, mungkin dia belum memiliki cukup data tentang carut-marutnya situasi yang berkaitan dengan pembakaran lahan. Tentang perilaku pengusaha perkebunan sawit. Tentang regulasi pemerintah daerah yang mengizinkan pembakaran lahan. Maka dia berjanji tahun 2015 tidak akan ada lagi kabut asap.

Tapi, justru di tahun pertamanya janji itu gagal ditepati. Menjelang musim hujan adalah saat paling tepat untuk membuka lahan dan mulai menanam. Cara paling efisien, ya dibakar. Tak peduli lahan sudah terlalu kering, masa bodoh akibatnya. Pola pikir dan perilaku kemaruk ini diperparah dengan fenomena alam El Nino yang membuat kebakaran di mana-mana menjadi tak terkendali. NASA pun mengakui, kebakaran yang memuncak di pertengahan Oktober ini sudah kelewat parah dan susah ditanggulangi.

Pak Jokowi, berterimakasihlah kepada Tuhan karena ujian ini tidak tanggung-tanggung. Dengan kondisi luar biasa seperti ini, semua faktor di balik kebakaran menjadi terungkap. Siapa saja yang kini tengah disidik Polri, perusahaan apa yang sampai diboikot negara tetangga, kondisi geologi lahan yang terbakar, cara-cara pemadaman api yang gagal dan yang berhasil, alat dan infrastruktur apa yang harus diadakan. Siapa pejabat yang komitmen dan siapa yang menggunting dalam lipatan.

Tangkaplah itu dengan cerdas seperti biasa, lalu ciptakan cara untuk menghajar semuanya sampai tuntas.

Tanpa Jokowi pun, kebakaran hutan akan sirna beberapa pekan lagi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana kemarin mengumumkan ramalan hujan akan mulai turun tanggal 27 Oktober besok. Semoga deras, rata dan lama.

Tapi, saya percaya Jokowi berbeda dengan pemimpin sebelumnya yang selalu membiarkan kabut asap terulang lagi (kalau ternyata sama, ya sudah gak usah dua periode menjabat) setiap tahun. Saat api sudah padam nanti, Jokowi tentu akan terus bekerja menyempurnakan cara untuk nyaur janjinya saat kampanye dulu, tahun 2016 kabut asap tak akan mencekik kita lagi.

God bless you, Mr President.

Banyuanyar, 24 Oktober 2015




1 comment:

  1. Artikel yang warbiyasak. melihat jeli dari angle yang tak banyak di;pikirkan orang :)

    ReplyDelete